Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut kunjungannya ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan untuk berkoalisi. Pertemuan difokuskan pada masalah kebangsaan.
“Belum ada (soal koalisi), itu belum. Kita bahas proses pendidikan politik dulu,” kata Surya di Kantor DPP PKS, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu 30 Oktober 2019.
Menurut dia, masalah koalisi masih terlalu jauh untuk dibicarakan. Surya memilih fokus membangun kerja sama meningkatkan pendidikan politik demi menghadirkan pemimpin-pemimpin negara yang berkualitas ke depannya.
“Politik yang mengandung nilai dan etika moralitas bagi tatanan kehidupan kebangsaan kita, kalau itu hal yang prinsip dan mendasar,” tegas Surya.
Dia juga mengatakan kerja sama ini tidak akan melihat jalur politik kedua partai. Surya yakin NasDem dan PKS bisa menyisihkan perbedaan untuk kepentingan bangsa.
“Artinya memang kerja sama itu kan dilakukan pada semua dan para pihak, tidak terbatas pada satu, dua institusi politik, semuanya,” ucap dia.
Pertemuan antara Surya Paloh dan petinggi PKS menelurkan tiga poin kesepahaman. Kesepahaman pertama, kedua partai saling menghormati pilihan politik masing-masing. Keduanya siap bekerja bersama di luar maupun dalam pemerintahan untuk kepentingan bangsa
Kedua, NasDem dan PKS senantiasa menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Aksi radikalisme yang ingin menghancurkan NKRI tak akan dibiarkan.
Kesepahaman terakhir, kedua partai menyadari takdir sosiologis dan historis bangsa adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa. Ada peran besar kelompok nasionalis yang memuliakan nilai agama dengan kelompok Islam yang memegang teguh nilai kebangsaan. (Medcom.id)


