18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Punya Koleksi 3.000 Batik, Lestari Moerdijat Ingin Angkat Khas Kudus

KUDUS – Kepedulian Lestari Moerdijat terhadap batik tampaknya tak perlu diragukan lagi. Dirinya memiliki koleksi lebih dari 3.000 batik di rumahnya. Kemarin, Mbak Rerie -sapaan akrabnya- berkunjung ke Kudus. Tujuannya, untuk mengangkat keberadaan sentra-sentra batik khas Kudus. Tujuannya, agar masyarakat gemar memakai batik.

Menurutnya, Kudus memiliki beragam sentra batik. Tetapi, sentra batik di Kota Kretek ini, dirasa belum begitu berkembang. Situasi ini berbanding terbalik dengan perkembangan batik di Kota Lasem.

Rerie menyampaikan, batik itu memiliki nilai filosofi yang mendalam. Sebab, seorang pembatik di dalam membuat karya-karyanya adalah gambaran dari suasana hatinya saat itu. Sehingga nilai-nilai itu patut dijaga agar tidak luntur.

”Karena itulah saya berada di sini untuk mendukung usaha sentra batik Kudus. Ingin mengangkat dan memperkenalkan kepada publik, sekaligus mempromosikan agar masyarakat lebih tertarik untuk mengenakan batik,” sambungnya.

Kemarin, Rerie mengunjungi tiga sentra batik. Kunjungan pertamanya ke Omah Batik Kudus. Salah satu sentra batik di Desa Langgardalem, Kota, Kudus.

Dia juga sudah bersahabat dengan Miranti Serad, salah seorang pembina Omah Batik Kudus. Di tempat itu, Rerie diperkenalkan pada Muhammad Fadloli, penanggung jawab produksi Omah Batik Kudus.

Fadloli memperkenalkan produk batik yang ada di sentranya. Mulai dari motif jangkar, batik merak bunga cristan motif pinggiran, batik merak bunga lindu, motif bangau taman teratai isen-isen sulur, dan batik khas Kudus kapal kandas. Beberapa motif batik tersebut, dibelinya untuk dikoleksi.

”Jadi, kalau orang datang ke Kudus itu jangan cuma mencari jenang, tetapi harus tahu juga soal batik,” pungkasnya.

Sementara itu, Miranti turut memperkenalkan kepada Rerie soal batik bulu tangkis Thomas Cup yang dulu juga diberikan kepada beberapa atlet saat berlaga di Thomas Cup 2016.

Beranjak ke kunjungan kedua, Rerie bertolak ke sentra batik Galeri Amba Budaya di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kudus. Pada kunjungan keduanya itu, Rerie bertemu dengan Faqih dan Pipit, suami istri sekaligus pemilik batik Galeri Amba Budaya. Ketiganya berbincang santai. Mulai soal antusiasme warga Kudus yang semakin tertarik akan batik, hingga ke khasan batik Kudus itu sendiri.

Faqih mengatakan, khas dari batik Kudus ada pada batik merak yang melambangkan pribadi yang baik dan terpuji. Ada motif lotus dan motif beras kecer. Soal warna, batik Kudus memiliki warna cerah dan lembut.

Agenda Rerie masih berlanjut. Kunjungan ke sentra batik di tempat ketiganya ini, ke Muria Batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus. Di sentra ini, Rerie bertemu dengan Yuli Astuti, pemilik sentra batik.

Rerie tertarik untuk mengenal soal sarung lukis abstrak. Keduanya juga berbincang soal batik beras kecer dan sarung lukis motif Menara Kudus. Tak berlama-lama, dirinya juga membeli batik-batik tersebut.

Rerie berharap agar lebih banyak lagi masyarakat yang memakai batik.

”Batik itu memiliki nilai filosofis. Oleh karena itu, saya ingin agar batik Kudus ini lebih dikenal secara luas,” harapnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top