MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyatakan kaum perempuan berpotensi besar menyokong pembangunan. Jumlah perempuan yang mencapai hampir setengah populasi harus diberi kesempatan untuk melakukan kontrol terhadap proses pembangunan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-90 dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Yogyakarta, Jumat (14/9).
“Sangat perlu memberikan akses bagi perempuan untuk berpartisipasi di segala bidang pembangunan. Dengan demikian kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dapat terwujud dan pembangunan dapat berjalan baik,” ujar Yohana.
Meski begitu, dia pun menyampaikan kondisi perempuan dan anak yang seringkali mengalami berbagai kekerasan. Termasuk kekerasan fisik, psikis dan seksual, serta menjadi korban stereotipe, marginalisasi, dan beban ganda. Menurutnya, perempuan Indonesia masih mengalami subordinasi atau penomorduaan.
Hal itu terjadi, khususnya dalam kesempatan untuk memperoleh hak-hak pendidikan yang sering dinomorduakan dibandingkan laki-laki.
“Perempuan juga sering mengalami subordinasi atau penomorduaan. Berbagai hasil kajian juga memperlihatkan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami berbagai masalah, seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan, dan sebagainya,” ujarnya
Untuk mengatasi permasalahan perempuan itu, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor yang harus ditingkatkan.
Pada temu nasional tersebut, Yohana juga mengapresiasi Kowani yang berhasil mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas terselenggaranya Temu Nasional yang menghadirikan wakil organisasi perempuan terbanyak, mencapai 1.000 orang.
SUMBER: http://mediaindonesia.com/read/detail/184398-menteri-yohana-perempuan-berpotensi-dukung-pembangunan


