PURWOREJO – Ganjar Pranowo menegaskan software Kartu Tani tak merugikan petani.
Alumnus UGM berujar Kartu Tani memberikan jaminan ketersediaan pupuk buat kelompok tani (poktan).
Ganjar bercerita, sebelum sudah ada Kartu Tani, seseorang yang bukan petani bisa membeli pupuk.
Masalah itu menimbulkan stok pupuk berkurang, bahkan langka. Juga sudah ada sejumlah kasus penyelundupan pupuk terungkap.
“Makanya bapak ibu aku buatkan identitas (Kartu Tani). Agar hanya jenengan, para petani ini yang boleh membeli pupuk,” kata Ganjar ketika dialog bertajuk Ngudoroso Kartu Tani, dengan sejumlah poktan di Desa Sokowaten, Banyu Urip, Purworejo, Selasa (15/5/2018).
Ganjar menuturkan telah memperoleh sejumlah keluhan terkait Kartu Tani.
Sesudah penyelidikan, kata dia, umumnya keluhan berupa minimnya stok pupuk, petani belum ikut poktan, petani belum menciptakan Rencana Definitif Keperluan Kelompok (RDKK), penyuluh yang kurang mengedukasi petani, dan sebagainya.
“Keluhan-keluhan barusan kita respon langsung. Kita kerja cepet, sehingga setiap bisa selesai lekas,” katanya.
Ganjar pula membahas pemakaian pupuk berimbang. Dia mengajak para petani tak sekadar memakai pupuk kimia.
SUMBER: http://www.infomenarik-terbaru.com/ganjar-tegaskan-kartu-tani-tidak-rugikan-petani/

