Semarangpos.com, REMBANG — Calon gubernur petahana Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (23/4/2018) malam, mengisi masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 dengan bermain ketoprak tobong milik Dalang Ki Sigid Ariyanto di Desa Turusgede, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jateng.
Sebagaimana dilaporkan redaksi laman aneka berita Okezone.com yang lekat mengikuti aktivitas Ganjar Pranowo di masa kampanye, Selasa (24/4/2018), aksi gubernur yang nonaktif karena cuti bekerja karena kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018 itu mampu memicu tawa penonton pergelaran ketoprak yang mengambil lakon Sang Pambayun tersebut.
Baca Juga : NasDem Jakarta Makin Yakin Raih 1 Juta Suara
Pergelaran ketoprak tobong itu mengangkat kisah perseteruan, Ki Ageng Wanabaya yang tak mau menyerahkan Mangir sebagai bagian kerajaan Mataram. Namun, siasat asmara Pambayun yang menyamar menjadi penari ledhek keliling berhasil membuat Wanabaya lemah dan akhirnya dapat dibunuh Panembahan Senapati.
Tanpa mengikuti latihan sebelumnya, Ganjar berperan sebagai Pangeran Purbaya, putra mahkota Kerajaan Mataram. Ia digambarkan sebagai sosok yang arif bijaksana sehingga tidak setuju penggunaan kekerasan dalam pemerintahan. Sifatnya yang welas asih membuatnya dicintai rakyat.
“Ya saya kan sudah sering main ketoprak, wayang wong, jadi ya biasa saja. Ya salah-salah sedikit wajarlah, namanya enggak latihan,” ujar Ganjar.
Baca Juga : Studi Banding Petani NasDem Menyulap Daun jadi Duit
Sebelumnya, Ganjar Pranowo sempat menyampaikan apresiasi kepada Ki Sigid Ariyanto yang memiliki kepedulian mendirikan tempat pagelaran seni secara swadaya. Potensi kesenian ketoprak di Rembang dan Pati, menurutnya sangat besar. Grup-grup ketoprak lawas masih terus eksis dan subur hingga kini.
“Bahkan di Pati pemain ketoprak bisa jadi profesi, mungkin tidak sebesar artis tapi bisa untuk hidup di desa,” katanya.
Ganjar yang mengaku sering bermain kesenian tradisi itu mengaku, kehadirannya di panggung tak sekadar menghibur warga, namun juga memberikan bagaimana pentingnya partisipasi dalam nguri-uri kebudayaan. “Dalam budaya memang paternalistik, orang butuh contoh. Apa wujudnya? Ikut enggak? Apa mung omong tok? Mudah-mudahan dengan pimpinannya ikut main, yang lain ikut juga,” pungkasnya.
SUMBER: http://semarang.solopos.com/read/20180425/515/912596/ganjar-pranowo-main-ketoprak-di-rembang-

