JATENG.NASDEM.ID –  Setiap kader NasDem yang ingin berlaga pada Pileg 2024 harus sudah mulai memperluas dan mempererat pertalian relasi sosial, sehinga kedepannya memberikan peluang untuk dikapitalisasi secara elektoral.
Hal itu disampaikan Asisten Direktur Research Center Media Group (RCMG) Ken Ayu Liontia Agustin, di Jakarta, Sabtu (15/5).
Menurut Ken Ayu, kegiatan silaturahmi secara pribadi atau dalam kelompok harus sering dilakukan. ‘’Kegiatan yang bisa membangun pertalian emosi seperti temu keluarga besar, reuni teman sekolah, perlu diintensifkan,’’ ujarnya.
Ken Ayu mengatakan kehadiran kader dalam upacara sosial keagamaan, perkawinan, dan kedukaan di wilayah yang nantinya akan dipilih sebagai tempat pertempuran, tidak boleh terlewatkan.
‘’Pileg 2024 tinggal tiga setengah tahun lagi, waktu yang relatif pendek. Karena itu mulai dari sekarang, harus sudah menentukan mau maju dari daerah pemilihan mana dan ingin bertarung di tingkat apa,’’ ujarnya menekankan.
Sebab, Ken Ayu menjelaskan, level pertarungan tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda. ‘’Sebenarnya kalau kita mau jujur, pertarungan di tingkat DPRD kabupaten/kota itu lebih komplicated dibanding dengan di level provinsi atau RI,’’ kata Ken Ayu yang sudah lima tahun bergabung di RCMG itu.
Mencermati pola pilihan pada pemilu legislatif 2019, Ken Ayu menilai pertarungan di level DPRD kabupaten kota terkait dengan tiga hal yaitu relasi sosial, money politik, dan pilihan rasional. ‘’Sementera itu untuk DPR RI lebih terkait ke money politik, sedangkan DPRD provinsi mencakup money politik dan pilihan rasional,’’ ujarnya.
Ini artinya, lanjut senior riset yang sudah puluhan kali menjadi pemimpin survei tersebut, perjuangan menjadi anggota DPRD tingkat kabupaten sebenarnya lebih kompleks. ‘’Pengalaman 2019 memperlihatkan, pemilik suara baru akan menjatuhkan pilihan kepada salah satu caleg jika ia mengenal secara langsung, yakin bahwa caleg itu memiliki kemampuan dan ada ‘roti’ yang ia terima secara langsung,’’ katanya.
Ia menambahkan, ‘’Politik uang (roti) hanya sekadar menjadi faktor pelengkap saja, faktor money politik tidak akan bekerja jika kedua faktor (relasi sosial dan pilihan rasional) tidak hadir. Faktor relasi sosial dan pilihan rasional akan lebih matang ketika politik uang ikut serta.’’
Sebaliknya, pertimbangan yang mempengaruhi pemilih untuk menentukan pilihan caleg DPR RI, lebih banyak terkait dengan ada tidaknya ‘roti’ yang diberikan oleh caleg terebut. ‘’Di tingkat RI, sebenarnya faktor pengenalan caleg ke publik tidaklah menentukan. Pemilih tidak harus merasa memiliki kedekatan dan pengenalan secara langsung, yang terpenting adalah, ia mendapatkan manfaat langsung atas pilihannya itu,’’ katanya menjelaskan.
Research Center Media Group (RCMG) adalah lembaga riset di bawah naungan Media Group yang sejak 2017 melakukan survai persepsi publik di seluruh Indonesia. Terkait dengan NasDem Jateng, lembaga ini diberi tugas untuk melakukan beberapa kali survei baik tingkat provinsi, Dapil RI, maupun tingkat kabupaten. Pada akhir 2017, RCMG melakukan FGD di 10 Dapil DPR RI untuk mengetahui citra partai.

