JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD NasDem Kota Semarang Suryanto menekankan pentingnya tokoh agama untuk memperkuat partai politik. Hal ini tak lepas dari latar belakangnya sebagai seorang lulusan pondok pesantren di Lumajang.
Lelaki asal Wonogiri ini mengaku awalnya bergabung dengan PKB, partai politik yang kental dengan santri dan ulama. Namun, ia berpandangan bahwa pengurus NU perlu mewarnai politik dengan ideologi kebangsaan seperti NasDem.
“Di NasDem warga nasional, tiap kalangan masyarakat bisa menerima. Sementara di PKB partai agamis. Di NasDem adalah nasionalisme yang terbuka,” ujarnya.
Suryanto tak malu-malu mengatakan bahwa orang-orang agamis seperti para kader dan pengurus NU sudah saatnya berdiaspora untuk turut membesarkan partai serta NU sendiri.
“Saya NU tulen. NU harus di mana-mana jika pengen kuat, maka harus ada orang-orang agamis termasuk di partai politik,” kata bapak dengan dua anak ini.
Pria kelahiran 12 Oktober 1973 ini berpandangan bahwa agama sudah saatnya menjadi warna dalam tiap aspek kehidupan, termasuk politik. Ia menyebutkan tokoh agama harus turut berpolitik agar membentuk politik yang bermoral dan berakhlaq.
“Agama mestinya masuk di semua kalangan masyarakat, terutama di partai politik. Agama adalah pilar negara maka tokoh-tokoh yang paham agama harus berpolitik supaya akhlak dan moralitas berpolitik terjaga,” katanya.
Pernyataan Suryanto ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Sekretaris DPW NasDem Jawa Tengah bahwa dibutuhkan orang-orang yang baik agar politik juga berubah menjadi lebih baik.
