Perlu Edukasi Bahaya Kekerasan Seksual Sejak Dini

25 Maret 2022

Oleh: Theresia Tarigan, Ketua Gernita Malahayati Kota Semarang

Masih banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di dalam lingkungan keluarga yang belum terungkap. Untuk pencegahan tentu perlu ketegasan dari aspek hukum untuk memberi sanksi yang berat. Tunggu apalagi, RUU TPKS belum juga menjadi Undang-undang (UU)?

Pemerintah daerah melalui dinas perlindungan perempuan dan anak kiranya segera melakukan edukasi kepada anak-anak, bahaya apa yang mengintai baik dari keluarga sendiri. Bagaimana anak dapat mencegah kejadian orang menyentuh bagian tubuhnya, misalnya dengan menghindari dan menceritakan pada orang lain terutama pada ibu dan saudara lainnya bahkan ke tetangga jika dia tidak merasa aman.

Edukasi dari lembaga pendidikan, misal mahasiswa dalam KKN atau lembaga agama saat pengajian/ibadah merupakan saluran pendidikan yang baik.

Dari sekarang sebaiknya kita menyadari betul bahwa pembangunan kota bukan hanya pusat kota yang gemerlap. Namun, bagaimana lingkungan permukiman mendukung untuk edukasi dan antisipasi keamanan anak-anak.

Hal itu bisa ditempuh dengan lebih aktif membentuk social support system yang akan mendorong keguyuban dan proses edukasi warga dalam setiap aspek baik keselamatan, tidak hanya pembangunan fisik seperti pengaspalan atau pembangunan saluran air.

Usulan yang dibahas dalam musrenbang harus dapat menjangkau lebih banyak warga melalui daring sehingga semua pemasalahan nonfisik dapat dikompilasi di setiap kelurahan termasuk keguyuban warga, kesehatan mental sehingga mencegah munculnya orang depresi dan orang dengan gangguan jika.

Selama ini musrenbang merupakan undangan pada tokoh tertentu dan relatif menbahas pendanaan pembangunan fisik. Bagaimana kondisi nonfisik juga perlu dibangun, misalnya pengetahuan keselamatan diri atau bencana, pengetahuan kesehatan mental, dll, di setiap wilayah per RT dan RW perlu didata dan dipantau perkembangannya.

Pembangunan itu esensinya adalah holistik tidak hanya fisik tetapi juga aspek lain termasuk kemajuan berpikir warga.