Pemilu Ditunda, Ada Apa?

4 Maret 2022

Oleh Much Taufiqillah Al Mufti, Sekretaris DPD NasDem Kota Semarang

Tiga Ketua Umum Parpol Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, dan Airlangga Hartarto mengusulkan supaya Pemilu yang telah disepakati dilaksanakan pada 14 Februari 2024 ditunda. Mereka mengklaim penundaan Pemilu bagian dari aspirasi masyarakat. Padahal kita tahu, UUD 1945 menyatakan Pemilu diselenggarakan lima tahun sekali.

Jauh sebelumnya Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menggulirkan pernyataan keinginan pengusaha supaya Pemilu dapat diundur di tengah situasi pemulihan ekonomi. Bahlil beralasan, saat ini dunia sedang mengalami dua goncangan: pandemi Covid-19 dan pemulihan dampak ekonomi pasca-pandemi. Pun dengan alasan serupa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengutarakan pada publik.

Ada kekhawatiran krisis tambahan ketika Pemilu 2024 bergulir. Hal ini tentu dapat dibantah ketika Pilkada 2020 dapat dilaksanakan dengan penuh suka-cita. Ada 270 daerah yang menggelar Pilkada, di antaranya 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Di Kota Semarang misalnya, Pilkada dapat berjalan dengan baik, nirkonflik, dan tentu saja mematuhi protokol kesehatan.

Tidak ada alasan yang benar-benar mendesak menunda-nunda Pemilu kecuali ada pihak tertentu yang sengaja merancang.

Laman CNNIndonesia menyorot sosok Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam tajuk yang berjudul “Tangan Pemerintah di Balik Desain Tunda Pemilu 2024”, Luhut kerap menggelar pertemuan dengan Ketum Parpol, di antaranya Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Sekali lagi tidak ada alasan konkrit kecuali karena banyak proyek pemerintah terhambat karena pandemi, salah satunya proyek Ibu Kota Negara. Hal ini biasa terjadi di lingkungan kekuasaan para cukong yang kadung mapan, sehingga mengabaikan demokrasi.

Sejurus beberapa partai menolak isu penundaan Pemilu. Partai NasDem, PDI-P, Gerindra, PPP, Demokrat, hingga PKS tidak setuju usulan Pemilu dimundurkan. Pemilu yang digelar setiap 5 tahun sekali adalah mandat konstitusi. Tidak ada urgensi penundaan Pemilu. Kak Surya Paloh yang menolak penundaan Pemilu 2024 menyatakan menghormati usulan Parpol lain untuk menunda Pemilu.

Setidaknya ada dua Ketum Parpol pengusul Pemilu ditunda yang mau maju sebagai calon Presiden RI 2024, yaitu Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Justru dengan usulan kedua Ketum Parpol tersebut kesungguhan mereka bertarung dalam bursa calon Presiden RI dipertanyakan.

Adakah ketakutan karena kedua nama tersebut tak pernah sampai di puncak survei?