Kak Imdadul, Sosok Nahdliyin Aktivis Pimpin Gemuruh Rembang

28 Oktober 2021

JATENG.NASDEM.ID – Kak Muhammad Imdadul Ashlah Mawardi atau yang akrab disapa Gus Imdad dikenal sebagai nahdliyin muda. Sepak terjangnya di berbagai organisasi kemasyarakatan lebih memosisikan dirinya sebagai seorang aktivis.

Itu sebabnya, Kak Imdadul atau Gus Imdad komplet sebagai nahdliyin muda yang aktivis. Sosok milenial ini pula yang kini memimpin Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) Partai NasDem di Kabupaten Rembang.

Media Center NasDem Jateng, kamis (28/10) ini, berkesempatan berbincang dengan Ketua Gemuruh NasDem Rembang itu. Kak Imdadul yang sekarang tinggal di Kauman Kutoharjo, Rembang, lahir pada 15 september 1988, anak keenam dari tujuh bersaudara, berasal dari Desa Kenongo Sedan, Rembang.

Kak Imdadul adalah putra dari KH. Muhdi Mawardi pendiri PonPes Al Mahadi kenongo, Sedan, Rembang. Latar belakang keluarga pesantren ini yang membuatnya memutuskan untuk mondok di Langitan Tuban dan Madrasah Al-Falakhiyah setelah sekolah formal di MA YSPIS Sedan. Gelar Kesarjanaannya didapat di Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban, dari Faultas Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kak Imdadul mengatakan sejak kecil sudah menyukai berorganisasi. “Sejak SD memang paling seneng ikut organisasi,” kata kak Imdadul di awal perbicancangan. “Salah satu favorit saya kegiatan OSIS dan Pramuka, seneng banget kalau ada kegiatan, aktif di OSIS dan Pramuka Sejak MTs,” ia menambahkan.

Ia kemudian menjadi seorang aktivis PMII. Ketika itu, sebagai mahasiswa di Tuban, Kak Imdadul juga rajin menjadi pengajar di kampung halamannya. “Sambil nglajo mas, pulang dari kuliah ngajar di MI Kenongo, di Pondok Pesantren Al Mahadi Kenongo dan TPQ Hubbul Wathon kenongo Sedan,” katanya menjelaskan.

Menurut Kak Imdadul, pengabdian paling memuaskan adalah mengajar, membagi pengetahuan kepada sesama. “Saya pernah ngajar Paket C juga di Kecamatan Sedan dan di MTs Gandrirojo Sedan, dulu selain aktif sebagai Ketua Ancab IPNU Kecamatan Sedan tahun 2010-2012,” tuturnya.

Kesenangannya berorganisasi, mengantarkan Gus Imdad menjadi wakil ketua Pimpinan Cabang IPNU Rembang pada 2012-2014, dan Pembina IPNU Cabang Rembang pada tahun 2015.

Aktivitasnya yang lebih banyak di Rembang, kemudian mempertemukan dengan sang belahan hati. “Ya, di 2014 itu ada momen yang sungguh sakral bagi saya, Gusti Allah SWT menjodohkan saya dengan putri KH. Nashrullah Alhafidz Pengasuh PP Asy Syathibiyyah Kauman, Kutoharjo, Rembang,” katanya menceritakan.

Dan sekali lagi, karena suara hatinya yang selalu ingin aktif berorganisasi, kak Imdadul pun terjun di organisasi politik melalui Partai NasDem Rembang. Aktifitasnya dalam berpolitik sangat didukung oleh seluruh keluarga.

Disinggung soal pencalegan di Pemilu 2024, Kak Imdadul menyampaikan jika soal nyaleg, ia belum kepikiran karena dari dulu di jadikan ketua atau pimpinan tidak pernah mengajukan diri tapi selalu ditunjuk dan didukung.

Ia akan melihat perkembangan terlebih dahulu. “Lihat perkembangan sajalah terlebih dahulu untuk sekarang ini berkhidmat membesarkan Gemuruh Nasdem,” kata Kak Imdadul menjelaskan

Gemuruh Nasdem adalah organisasi sayap NasDem yang berfokus untuk membangkitkan kesadaran politik kaum buruh. “Ada kekuatan cukup besar dari sektor komunitas buruh untuk mendorong kebijakan politik pemerintah agar pro rakyat,” ia menekankan.

Di akhir perbincangan Kak Imdadul menyampaikan Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda. “Sebagai pemuda kita hendaknya melakukan perubahan dengan potensi-potensi yang dimiliki untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, dan tetap bergandengan tangan walau ada perbedaan,” katanya menegaskan.

Ia mengingatkan sumpah dalam ikrar Sumpah pemuda yaitu bertumpah darah yang satu Tanah Air Indonesia, berbangsa satu yaitu Bangsa Indonesia, dan berbahasa satu yaitu Bahasa Indonesia. (NJ28)