JATENG.NASDEM.ID – Sebagai upaya konkrit membantu kaum tani, Kordapil Jateng 7 Kak Fauzi Bayu akan meluncurkan pupuk organik cair multiguna Pupuk NasDem. Rencananya peluncuran perdana pupuk cair itu akan dilakukan bersamaan dengan peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.
Menurut Kak Bayu, sapaan akrab Fauzi Bayu, formula dari pupuk ini sebenarnya sudah mulai digunakan sejak 2005, yaitu pada waktu ia membangun Perhimpunan Petani Organik Jateng. ‘’Itu adalah sebuah organisasi massa yang saya bangun dengan para aktvis pertanian organik,’’ ujarnya.
Berdasarkan pengalaman sejak pertamakali digunakan pada 2005, lanjut Kak Bayu, pupuk tersebut mampu membantu petani menghasilkan panen yang meningkat rata-rata 30 persen dari biasanya.
‘’Untuk tanaman padi, dari yang biasanya hanya menghasilkan enam sampai tujuh ton per hektar gabah kering, setelah menggunakan pupuk ini bisa meningkat menjadi 10 sampi 13 ton per hektarnya,’’ katanya.
Menurut Kak Bayu, pupuk tersebut sudah diujicobakan ke para petani NasDem di wilayah Klaten, khususnya para petani di Wedi. ‘’Musim panen kemarin, para petani NasDem yang menggunakan pupuk ini bisa panen gabah kering sebanyak 12,8 ton per hektar. Padahal sebelumnya hanya berkisar di angka tujuh ton saja,” katanya.
Kak Bayu yang semasa di bangku kuliah lebih banyak menghabiskan waktunya di lapangan untuk memberdayakan masyarakat dibanding belajar di kampus itu menambahkan, peluncuran pupuk cair ini hanyalah sekadar salah satu strategi untuk bisa masuk ke masyarakat petani di wilayah Surakarta dan Klaten yang menjadi tanggungjawabnya.
‘’Setelah saya menyanggupi menjadi Kordapil Jateng Tujuh sekitar bulan Maret lalu, lantas saya berfikir, bagaimana caranya mengembangkan NasDem di wilayah ini. Daerah ini merupakan basis dari salah satu partai politik. Bahkan, salah seorang dari kader partai yang mendominasi wilayah Solo Raya ini kini menjadi presiden,’’ ujarnya.
Fokus Pembentukan DPRt
Menurut Kak Bayu, pihaknya selain sedang fokus pada rencana peluncuran pupuk cair itu, sekarang ini juga sedang konsentrasi membentuk DPRt. Sebab menurut dia pembentukan DPRt memerlukan strategi khusus karena disamping melibatkan banyak personal juga modusnya langsung berhubungan dengan masyarakat. ‘’Di Klaten ini terbagi dalam 401 desa/kelurahan, jika satu ranting terdiri atas 55 pengurus, maka kami harus merekrut 22.055 kader,’’ ujar Koordinator Dapil Jateng Tujuh Fauzi Bayu, beberapa waktu lalu.
Menurut Kak Fauzi, saat ini NasDem Klaten sedang menyusun strategi dan rancangan implemenasi untuk membangun struktur hingga DPRt. ‘’Alhamdulillah, Klaten telah merampungkan pembentukan di semua pengurus cabang yang berjumlah 26 DPC, saat ini sedang dalam proses verfikasi di DPW. Insyaalah tidak ada masalah yang berarti, sehingga segera mendapatkan pengesahan,’’ ujarnya.
Sambil menunggu proses pengesahan dan jadwal pelantikan DPC dari DPW dan DPP, lanjut Kak Bayu, NasDem Klaten mulai merancang untuk membentuk pengurus di tingkat ranting. ‘’Patokan kami deadlinenya adalah pada 31 Desember 2021, bersamaan dengan batas akhir pemenuhan target capaian e-KTA Klaten sebesar 22.257,’’ katanya.
Kak Bayu mengatakan masih tersisa beberapa bulan untuk melakukan penguatan di tingkat ranting. ‘’Saya tidak mengatakan bisa atau tidak bisa. Karena apapun kondisinya, sudah ada perintah dari pengurus wilayah dan pusat untuk menyelesaikan pembentukan DPRt itu. Karena itu, tidak ada diskusi lain, kecuali membahas bagaimana meingimplementasikannya di lapangan,” ujarnya menegaskan.
Klaten, kata Kak Bayu, dilihat dari hasil Pileg 2019 dimana 19 dari 50 anggota DPRD-nya berasal dari PDIP, maka sudah dapat digunakan sebagai petunjuk atas preferensi politik masyarakat terhadap partai politik. ‘’Hampir 38 persen warga Klaten pada 2019 memilih PDIP atau caleg dari PDIP, jumlah itu mengalami kenaikan dibanding 2014 yang hanya kebagian 17 kursi,” ia menjelaskan.
Meraba preferensi politik masyarakat itu penting dalam rangka untuk menyusun strategi pembentukan pengurus secara massal. ‘’Kalau mainnya petak umpet, takut mendapatkan serangan balik dari ‘lawan’ ya sampai ular punya ketiak juga belum akan selesai. Namun sebaliknya, jika dilakukan secara terbuka dalam kondisi politik yang sudah terdominasi salah satu kekuatan, ya pasti akan menimbulkan perkara lebih luas,’’ katanya.
Karena itu, siasat yang akan digunakan adalah membuat pemetaan secara detail. ‘’Taruhlah 32 persen wilayah sudah dikuasai oleh satu kekuatan politik tertentu, artinya masih terbuka lebih enampuluh delapan persen untuk dimainkan. Karena itu, daerah-daerah yang warna politiknya belum kental, akan dibentuk kepengurusannya terlebih dahulu, baru setelah itu memikirkan wilayah yang sulit,’’ ujarnya.
Menurut Kak Bayu, untuk wilayah yang segementasi politiknya sudah ketat, maka siasat perang gerilya akan ditempuh. ‘’Jika dalam pemetaan wilayah itu ditemukan adanya dominasi dari partai politik tertentu, tidak hanya PDIP tetapi juga partai-partai lain, maka kami akan mencoba memainkannya dengan cara membangun sel di akar rumput. Cara ini pasti akan lebih memakan waktu, tetapi kami belum mendapatkan metode lain yang lebih efektif untuk menghadapi wilayah seperti itu,’’ kata dia.
Kak Fauzi Bayu selanjutnya menjelaskan, pihaknya juga akan menentukan arah dasar yang akan ditempuh oleh kader NasDem Klaten dalam melakukan percepatan pembentukan pengurus cabang dan DPRt. ‘’Harus dirembug juga, personil-personil yang akan ngayahi masing-masing kecamata. Para koordinator di setiap kecamatan itu bisa sekaligus ikut dalam kepengurusan tetapi juga berada di luar. Namun yang pasti, ujung tombak di tingkat kecamatan itu adalah kader NasDem yang memiliki penguasaan mendetail baik peta politik maupun para panutan masyarakat,’’ katanya.
Karena dengan menguasai peta wilayah tersebut, memudahkan NasDem untuk bergerak mencari orang-oang yang memiliki popularitas dan aseptabilitas. ‘’Memang kedengarannya agak sombong, untuk wilayah kering-kerontang seperti di Klaten ini, kita masih mempertimbangkan aspek popularitas dan aseptabilitas dalam merekrut kader. Tetapi, hal ini harus dilakukan agar fungsionaris kita bukan orang yang sambang ndalan, atau orang-orang yang hanya dipungut dari jalan-jalan,’’ ujarnya.
Menurut Fauzi Bayu, wilayah Klaten terutama di dapil satu, sebenarnya menyimpan orang-orang yang sangat potensial. ‘’Umumnya mereka berpendidikan tinggi atau tamat SLTA. Mereka juga memiliki budaya baca yang tinggi sehingga kalau kita ajak ngobrol, bisa nyambung. Hanya saja, umumnya mereka, akan menjadi pendiam bila bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal,’’ katanya.
Menghadapi karakter orang Klaten yang sangat berhati-hati dalam menerima pemikiran atau orang-orang baru dilingkungannya, maka mendekati tokoh-tokoh setempat sebagai endorsemen sangatlah penting.


