18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kenangan Nelayan Tegal, Melaut Bersama Emmy Hafild Hingga Pagi Hari

JATENG.NASDEM.ID- “Innalillahi Wainnailahi Rojiun, semoga almarhumah diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosanya serta ditempatkan ruhnya bersama orang orang soleh/solehkah.”

Sepenggal lantunan doa itu diucapkan spontan oleh seorang nelayan asal Kota Tegal bernama Rudin (43), saat Ketua DPD Kota Tegal Bambang Mujiono dan 2 orang pengurus DPD mengabarkan kepulangan Emmy Hafild ke haribaan Ilahi.

“Bagi kalangan nelayan di Kota Tegal , nama Ibu Emmy Hafild cukup dikenal, meski almarhumah hanya satu dua kali bertandang ke kota yang dijuluki kota Bahari ini,” kata Rudin memulai ceritanya di sebuah warung kopi, di kampung nelayan Tegalsari Kota Tegal, Jumat (9/7).

Rudin mengatakan kedatangan Ibu Emmy Hafild ke Kota Tegal kala itu telah membawa kesan dan kenangan yang tak mungkin terlupakan bagi banyak kalangan nelayan di Kota Tegal

Saat itu, Rudin menceritakan, sekitar bulan November tahun 2017, Rudin bersama sejumlah nelayan Kota Tegal lainnya dihubungi oleh salah satu tokoh nelayan kota Tegal. Ia diminta datang ke sebuah hotel ternama di daerah pinggir Laut Jawa itu untuk bertemu dengan rombongan dari Jakarta.

Isi undangan adalah membicarakan perihal larangan penggunaan Kapal Cantrang yang kala itu memunculkan polemik di kalangan Nelayan Indonesia. Dari hasil informasi yang diperoleh Rudin, rombongan dari Jakarta tersebut akan membantu memperjuangkan para Nelayan Tegal mengatasi persoalan pelarangan alat tangkap cantrang.

Disebutkan nelayan akan diajak melakukan uji petik penggunaan kapal cantrang di tengah perairan Kota Tegal sekaligus untuk melhat langsung dampak penggunaan kapal cantrang pada ekosistem laut saat itu.

Saat itu, Rudin mengaku ragu untuk datang dalam pertemuan tersebut. Namun, atas dorongan teman-teman nelayan lainnya akhirnya Rudin tetap hadir. “Dan alangkah terkejutnya saya saat dipertemukan dengan ketua rombongan adalah seorang perempuan yang belakangan diketahui bernama Ibu Emmy Hafild dari DPP Partai Nasdem,” ujar Rudin.

Menurut Rudin, meski terlihat ramah tetapi Emmy Hafild sebagai sosok yang cukup tegas. Setelah memperkenalkan diri seperlunya dan menegaskan maksud dan tujuan, tanpa basa-basi Emmy Hafild langsung mengajak para nelayan ke laut.

Menggunakan kapal jenis cantrang yang saat itu dilarang pemerintah, mereka melaut menerjang ombak sejak matahari masih terik. “Saat berangkat ke tengah laut bersama nelayan, Ibu hanya ditemani 2 orang asitennya, sementara rombongan yang lain diminta tetap tinggal di hotel,” ujar Rudin.

Siang berganti senja dan malam, Emmy dan beberapa nelayan masih di tengah laut. Rudin mengaku sudah merasa capai apalagi waktu sudah menunjuk pukul 22.30 WIB. Kemudian, para nelayan berinisiatif mengajak Emmy ke daratan, dan mengakhiri aktifitas mencari ikan dengan kapal cantrang.

Rudin mengatakan bahwa Emmy menanggapi usulan itu dengan sabar. Emmy berbicara dengan para nelayan yang mengantarnya dengan kata-kata yang cukup menyejukkan. Emmy mengatakan bahwa aktifitas yang dilakukan saat itu adalah untuk kepentingan anak istri para nelayan, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

“Padahal saat itu cuaca di laut sedang tidak bersahabat, tinggi gelombang, gelap gulitanya malam di tengah perairan dan hantaman ombak laut yang disertai angin. Namun, tidak menyurutkan Ibu Emmy Hafild untuk mengakhiri aktifitas melaut,” kata Rudin.

“Disitulah kami merasa malu dan tersadar bahwa orang sepenting itu yang bukan nelayan, dan lagi perempuan mau berjuang keras melakukan kegiatan yang hasilnya akan digunakan untuk kepentingan keluarga nelayan, bangsa dan negara,” ujar Rudin menandaskan, sambil terdiam sejenak.

Melaut pun terus dilanjutkan. “Kami baru tersadar, saat waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Ibu Emmy baru mengajak kami pulang ke daratan mengakhiri kegiatan melaut sejak siang. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya tiba di dermaga sandar Pelabuhan Jongor Kota Tegal.

”Sebelum pulang ke hotel ibu Emmy berpesan bahwa hasil aktifitas ini akan ditindaklanjuti dengan mengundang perwakilan nelayan ke Jakarta untuk bermusyawarah soal persoalan yang menimpa kalangan nelayan kala itu,” kata Rudin.

Menurut Rudin, Janji Emmy benar ditepati, beberapa waktu kemudian para perwakilan nelayan dari Tegal, Indramayu, Jepara, dan Lamongan dikumpulkan ke Jakarta untuk diberi penjelasan soal hasil kegiatan yang telah dilakukan selama ini.

Saat itu, Rudin baru tahu bahwa kegiatan Emmy saat itu merupakan amanat DPP Partai Nasdem dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pertanian dan Kemaritiman.

Menurut Rudin NasDem peduli atas nasib nelayan atas pelarangan kapal cantrang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Uji petik dilakukan sejak 22 November hingga 28 November 2017 dengan melibatkan sejumlah nelayan di Indramayu, Tegal, Jepara, dan Lamongan.

Rudin mengatakan melihat kegigihan Emmy, seperti ia kembali membaca cerita tentang wanita pahlawan. “Saya seperti melihat sosok pahlawan sejati, dengan mata kepala sendiri seorang perempuan yang mau bersusah payah membela kalangan nelayan yang bukan profesi dan dunianya,” katanya.

“Semoga Allah SWT menempatkan almarhumah di sisiNya dan keluarga diberi ketabahan atas kepulangan almarhumah. Dan banggalah Indonesia memiliki seorang anak bangsa seperti Ibu Emmy Hafild. Ibu Emmy Hafild kenangan dan jasamu tidak akan terpulakan oleh kami,” ujar Rudin mengakhir perbincangan sambil menerawang ke lautan lepas. (NJ03)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top