JATENG.NASDEM.ID – Partai NasDem berduka. Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Maritim Nurul Alma Hafild atau yang akrab disapa Emmy Hafild wafat karena kanker di RS Pondok Indah Jakarta, Sabtu (3/7) malam.
Rasa kehilangan ikut dirasakan anggota DPRD Kota Pekalongan Isnaeni. Bagi Isnaeni, Emmy Hafild yang getol memperjuangkan nelayan dan keberlangsungan perikanan di Indonesia itu adalah sosok Kartini masa kini.
“Sebuah contoh konkrit, ketika beliau membentuk tim ekspedisi bahari terkait alat tangkap cantrang, beliau dengan sigap turun ke lapangan, beliau pula yang turun menyelam ke air untuk mengambil visualisasi dari dalam laut. Sungguh luar biasa kiprah beliau bagi kami,” kata Isnaeni.
Isnaeni menambahkan, ia sebagai kader NasDem banyak mendapatkan pelajaran berharga dari sosok Emmy, seperti semangat pantang menyerah, kemandirian, keikhlasan serta totalitas dalam melakukan setiap kegiatan.
“Yang jelas, kita sangat kehilangan tokoh yang serba mau dan serba bisa untuk berbuat bagi Partai, dan bagi masyarakat, juga bagi negara indonesia,” katanya.
“Secara pribadi saya tidak mampu menggambarkan karena sangat kehilangan sosok seperti beliau, semoga akan ada sosok pengganti beliau untuk terus berjuang untuk nelayan dan perikanan Indonesia,” Isnaeni menambahkan.
Isnaeni berharap, nilai perjuangan yang telah ditanamkan sosok Emmy Hafidz ini dapat diteruskan, yaitu dengan menjaga lingkungan dan ekosistemnya dari kerusakan baik faktor alam maupun faktor kesengajaan manusia terutama terkait sampah dan sebagainya.
“Kita akan melanjutkan tugas beliau dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat nelayan agar menjadi nelayan yang mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Emmy Hafild dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup yang kemudian bergabung dengan Partai NasDem. Almarhumah menjabat Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) 1996-2001 dan Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara.
Bahkan, pernah dinobatkan Newsweek sebagai salah satu Heroes of the Earth. Hal itu sebagai apresiasi atas Walhi yang berhasil memenangkan gugatan ke PTUN melawan kebijakan Presiden Soeharto yang mengalihkan Dana Reboisasi sebesar 400 Juta dolar AS.
Aktivis kelahiran Sumatera Utara, 3 April 1958 itu, juga pernah diberi gelar oleh Majalah Time sebagai ‘Pahlawan Planet’. Jenazah Emmy Hadfild dimakamkan di TPU Tanah Kusir AAI Blad 17, Minggu ini. (Riz)


